Detail Cantuman Kembali
UJI DISOLUSI KOKRISTAL MELOKSIKAM-ASAM ADIPAT (1:1) YANG DIBUAT DENGAN METODE ANTISOLVEN
Meloksikam adalah obat Nonsteroid Anti-inflammatory Drugs (NSAID) yang digunakan untuk pengobatan gangguan peradangan dan kondisi seperti rheumatoid arthritis dan asam urat. Meloksikam tergolong dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, yang menandakan bahwa meloksikam memiliki kelarutan yang rendah dalam air dan permeabilitas yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut upaya untuk mengatasi kelarutan yang rendah adalah dengan teknik kokristalisasi yang dapat meningkatkan bioavailabilitas obat dengan meningkatkan kelarutan dalam air. Pada pembentukan kokristal diperlukan adanya koformer yang yang akan membentuk ikatan hidrogen dengan bahan obat. Asam adipat merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai koformer karena memiliki gugus karboksilat, sehingga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan gugus karbonil yang terdapat pada meloksikam. Dipilih metode antisolven dikarenakan penggunaan dalam kristalisasi mengurangi kelarutan zat terlarut dalam larutan. Dilakukan studi literatur untuk laju disolusi dan analsia fisikokimia menggunakan XRPD, FTIR dan DSC. Pada hasil difraktogram kokristal menunjukkan terjadinya penurunan intensitas pada sudut 2 : 6,4 dengan intensitas 3,6 dibandingkan dengan meloksikam murni yang muncul pada sudut 2 6,5 dengan intensitas 24,40. Penurunan intensitas menunjukkan terbentuknya fasa kristal baru (kokristal). Data spektra inframerah menunjukkan adanya interakasi antara gugus amida pada meloksikam dengan gugus karboksil pada asam adipat. Data termogram menunjukkan pembentukan kristal dimana hal tersebut menunjukkan bahwa laju disolusi dapat meningkat. Laju disolusi dari beberapa review literature menunjukkan bahwa kokristal antisoven dapat meningkatkan kelarutan dan laju disolusi.
SAFIRA, MIRALDA - Personal Name
6B.S-Far Saf u 57-20
6B.S-Far Saf u 57-20
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2020
Surabaya
LOADING LIST...
LOADING LIST...







